18 Mei 2011

Persiraja Dalam Catatan

Dua gol Bustaman pada menit 55 dan 81, serta sebiji gol dari Rustam Syafari pada menit 45 menasbihkan Persiraja sebagai juara Divisi Utama Perserikatan 1989/1980. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 31 Agustus 1980 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Saat itu Persiraja sukses mengkandaskan Persipura Jayapura dengan skor 3 – 1, setelah lebih dahulu tertinggal 0 – 1 lewat gol yang diciptakan Leo Kapisa di menit 15, 30 menit kemudian Persiraja berhasil menyamakan kedudukan 1 – 1 hingga akhirnya unggul 3 - 1.

Itulah moment paling bersejarah dalam retas karier Persiraja sejak didirikan tahun 1953. Setelah tahun 1980 hingga kini tak ada lagi catatan yang membanggakan dari prestasi tim lantak laju dalam arungan kompetisi nasional di Indonesia.

Dalam catatan sejarah setelah menjuarai kompetisi di tahun 80, Persiraja sebenarnya mempunyai catatan prestasi yang tidak terlalu jelek walaupun tak juga bisa dikata bagus. Pada tahun 1986/1987 Persiraja bahkan turun kasta ke divisi satu setelah sebelumnya menempati posisi enam sebagai juru kunci grup barat.

Baru pada tahun 1992 Persiraja kembali promosi ke Divisi Utama setelah melalui babak 6 besar divisi satu di stadion Mandala Krida Yogjakarta. Bahkan saat itu Persiraja menyabet juara tiga setelah mengalahkan PSIR Rembang 2 – 1, salah satunya lewat gol yang diciptakan Dahlan Jalil.

Catatan lain terjadi Pada 1994, saat Persiraja berada posisi empat klasemen wilayah barat, yang mengantarkan persiraja berlaga di 8 besar yang diadakan di stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun sayang penampilan Persiraja yang tergabung dalam grup K justru mengecewakan, dihajar Persib dan PSIR dengan skor sama 4 – 1 serta bermain imbang dengan PSM Makassar membuat Abdul Gamal dkk harus membuang mimpi masuk semifinal, Persiraja terjebak di dasar klasemen.
Persib yang saat itu diperkuat bintang Sutiono, Yusuf Bakhtiar dan Kekey Zakaria serta bintang timnas Robby Darwis memastikan diri sebagai juara setelah di final mengalahkan PSM 2 – 1 lewat gol Sutiono dan Yudi Guntara.

Di tahun berikutnya boleh dikata prestasi Persiraja terbilang stabil, pada kompetisi 94/95 dimana terjadi merger klub Galatama dan Perserikatan yang kemudian dikenal dengan nama Liga Indonesia Persiraja berada di peringkat 6 klasemen wilayah barat yang dihuni 17 tim. Pada saat itu publik bola Lampineung disugukan pertandingan menarik dengan klub klub papan atas Indonesia yang bertabur bintang. Sebut saja Peri sandria, top skorer dengan torehan 33 gol dari Bandung Raya pernah merasakan kegagahan Lampineung setelah ditekuk 1 – 0. Bukan itu saja tim sekelas Pelita Jaya dan Persib Bandung tak berdaya setelah kalah masing masing dengan skor 2 – 1 untuk Pelita dan 1 – 0 untuk Persib di Stadion Lampineung.

Pada masa pertengahan 90an eksistensi Persiraja terus terjaga, tim Laskar Rencong stabil dengan selalu berada pada papan tengah klasemen barat. Magis Lampineung turut memabantu mental pemain ketika bermain di kandang. Sebutan jago kandang tabal di tim Persiraja. Betapa tidak Persiraja hampir tak pernah kalah selama beberapa musim ketika bermain di kandang. Walaupun ketika bermain di luar kandang persiraja justru akrab dengan kekalahan.
Kesempatan untuk mengukir prestasi lebih tinggi datang lagi di musim 96/97. Bersama Persebaya, Bandung Raya dan Arema Persiraja lolos ke babak 12 besar mewakili wilayah barat. Saat itu kompetisi Liga Indonesia dipecah menjadi 3 wilayah masing masing barat, tengan dan timur, hal ini untuk menyiasati kemampuan keuangan klub mengingat jarak tempuh antar kota di Indonesia yang tergolong jauh dan memerlukan biaya sangat besar.

Tergabung di Group A, Persiraja gagal lolos ke semifinal setelah hanya berada di peringkat tiga klasemen hasil dari dua kali kalah dan sekali menang. Kemenangan 2 -1 atas Gelora Dewata tak berarti apa apa setalah Persiraja lagi lagi menderita kekalahan besar, dihajar Mitra Surabaya dan Persebaya dengan skor telak masing masing 4 – 1.

Protes atas kepemimpinan wasit menjadi catatan penting dalam sejarah kompetisi di Nusantara. Wasit yang selalu dianggap berpihak tuan rumah membuat banyak tim tamu gerah, untuk memperbaiki citra kompetisi akhirnya dalam laga final PSSI memutuskan menggunakan wasit asing dalam pertandingan antara Persebaya melawan Bandung Raya yang berakhir dengan kemenangan Aji Santoso, Jakcsen F Tiago dan kawan kawan atas Bandung Raya dengan skor 3 – 1.

Musim berikutnya 97/98 Persiraja kembali lolos ke putaran 12 besar. Namun akibat huru hara politik 1998 kompetisi terhenti. Petaka dimulai di musim kompetisi 98/99. Kekuatan Persiraja seakan sirna, Irwansyah top skorer Persiraja tak bisa berbuat banyak. Persiraja tertahan di posisi enam dari enam tim yang menghuni klasemen wilayah barat. Beruntung Persiraja yang diharuskan mengikuti babak Play off untuk bertahan di Divisi Utama selamat dari degradasi setelah menghajar Persita Tangerang 3 -1.

Petaka sesungguhnya terjadi pada musim 1999/2000, skuad yang antara lain diisi Irwansyah, Yourdi Kartika, Ali Shaha Gift dan Essama Raymond resmi terdegradasi setelah menempati peringkat 12 dari 14 tim wilayah barat. Bahkan 13 Juni 2000 peristiwa memalukan mencoreng tabal jago kandang, Persiraja dipermak 1 -5 oleh Persija di depan publiknya sendiri. Ebanda Timothe, Luciano Leandro dan Bambang Pamungkas pesta gol di gawang Persiraja. Di musim ini pula dalam status tuan rumah Persiraja dihajar Persikota 1 -3.

Berbagai usaha untuk kembali mengangkat Persiraja ke kasta teratas sepakbola Indonesia selalu gagal, beberapa kali lolos ke fase selanjutnya di Divisi Satu selalu berakhir dengan kegagalan, apalagi akibat konflik yang melanda Aceh dan Status Darurat Militer yang tidak memungkinkan menggelar pertandingan membuat Persiraja harus memindahkan home base ke Medan.

Duka cita mendalam akibat musibah tsunami pada Desember 2004 membuat langkah Persiraja terhenti. Sejumlah pemain utama Persiraja wafat dalam peristiwa memilukan tersebut. Saat itu persiraja tengah mengalami masa masa sulit dalam mengarungi kompetisi, berada pada posisi buncit membuat persiraja harusnya degradasi ke divisi dua, namun PSSI memberikan dispensasi untuk tidak memberikan sanksi degradasi bagi Persiraja.

Bersama PSSB BIreuen Persiraja kembali menapak di kancah tertinggi kompetisi nasional Liga Indonesia Divisi Utama. Tergabung di Group B babak 8 besar DIvisi Satu Persiraja yang bermain di Solo finish di urutan kedua setelah Persis Solo. Alvin Kie dan Antonio Teles adalah duo asing andalan Persiraja yang pada musim ini.

Pada 2007 PSSI mereformasi sistem kompetisi di Indonesia, dimana akan diadakan sistem kompetisi single group untuk level teratas jenjang kompetisi di Indonesia yang dinamakan Liga Super Indonesia. Kontestan Liga Super Indonesia diambil dari peringkat 1 hingga 9 group barat dan timur. Kebijakan ini sebenarnya ikut menyelamatkan Persiraja dan PSSB yang sebenarnya berada di lembah dasar klasemen group barat. Dengan digelarnya Liga Super Indonesia maka secara otomatis Liga Divisi Utama turun menjadi kompetisi kasta kedua dalam jenjang kompetisi nasional. Susunan secara hierarkhis dari atas ke bawah adalah Liga Super Indonesia (LSI), Divisi Utama, Divisi I, Divisi II dan yang paling rendah adalah Divisi III.

Pada musim 2008 dan 2009 Persiraja bersama PSSB Bireun dan PSAP Sigli berjuang untuk bisa masuk empat besar klasemen group untuk memudahkan langkah ke jenjang LSI, namun justru prestasi Persiraja dan dua tim Aceh lainnya belum menunjukkan trend positif dalam performa permainan. PSAP dan PSSB bahkan hanya berkutat di papan bawah dan berjuang untuk menghindari degradasi.

Angin segar persepakbolaan Aceh mulai berhembus pada musim 2010/2011. Empat tim yang ikut serta di Divisi Utama berasal dari Aceh, Persiraja, PSAP, PSSB dan PSLS Lhokseumawe ikut bertarung grup I. Dua tim Aceh bahkan lolos ke babak 8 besar yaitu PSAP dan Persiraja. Sementara PSSB Bireuen dipastikan terlempar ke Divisi I karena tak mampu bangkit dari zona Degradasi.

Akankah Persiraja kembali bisa menapaki altar kompetisi kelas satu di negeri ini Liga Super Indonesia (LSI) ? tinggal satu langkah lagi, jika berhasil menang di pertandingan semifinal yang digelar pada 22 Mei mendatang maka dipastikan tiket ke ISL sudah ditangan, jika kalah Persiraja harus bertarung untuk memperebutkan juara tiga untuk dapat lolos ke ISL. Jikapun kembali kalah maka Persiraja harus menjalani tarung Play Off dengan peringkat 15 ISL. Jika menang berarti lolos ke ISL dan jika kalah nasib kembali untuk berjuang di Divisi Utama kembali.

PSAP sendiri sudah memastikan diri untuk kembali berlaga di Divisi Utama setelah gagal lolos dari fase group babak 8 besar yang diadakan di Kutai, Kalimantan. Tim asuhan Anwar harus bersabar untuk kembali berjuang di musim berikutnya guna lolos ke babak 8 besar Divisi Utama.

Kita tunggu saja kiprah Persiraja di ISL..semoga....

25 September 2010

medis kapitalis

beberapa mata menatap malas ke arah tv yang menayangkan sinetron pada layar tv yang digantung di dinding. tampak dua orang ibu lagi asik berbincang menunggu giliran dipanggil masuk ke ruang dokter. jejalan antrian pasien yang berobat meluber hingga ke ruang luar klinik yang berupa ruko yang juga menyediakan apotek dikawasan peunayong, banda aceh. di tempat yang dinamakan klinik praktek bersama dokter spesialis ini terdapat beberapa dokter yang bekerja dalam ruangan praktek yang telah dipartisi.

asisten dokter lalu memanggil pasien untuk masuk ke ruang periksa, namun bukan satu nama, tapi tujuh nama sekaligus. tujuh pasien plus keluarga yang mendampingi berdesakan di ruang berukuran 5 x 4 meter persegi. ruangan ini terdiri dari 2 tempat tidur untuk pemeriksaan yang dipisah tirai kain putih. disinilah tempat pasien secara bergiliran diperiksa, segala keluhan penyakit pasien secara jelas akan disimak oleh orang orang yang berada di ruangan sempit tersebut.

dokter biasa datang ke praktek pukul enam sore, tiap harinya ia memeriksa 40 hingga 80an pasien. praktek biasa tutup jam 11 atau 12 malam. saya coba berhitung, jam praktek antara jam 6 sore hingga 11 malam adalah 5 jam. 5 jam apabila dikonversi ke menit menjadi 300 menit. lalu 300 menit kita bagi dengan rata rata pasien setiap malam yang kita asumsikan 50 orang, maka hasilnya adalah enam menit. Jadi, enam menit untuk setiap pasien yang diperiksa. Tak ada waktu banyak untuk konsultasi penyakit yang dialami pasien.

untuk mendapatkan pelayanan kesehatan selama enam menit dari dokter ahli tersebut, pasien harus merogoh kocek sekitar 80 sampai 100 ribu rupiah. belum lagi untuk biaya menebus obat yang harganya bisa di atas 300 ribu rupiah. ini masih belum termasuk biaya untuk periksa darah atau terapi lain atas permintaan dokter.

pemandangan lain di klinik bersama dokter spesialis ini adalah sekelompok pria atau wanita berpakaian rapi sambil menenteng tas, persis seperti orang kantoran. mereka juga ikut menunggu giliran untuk dapat bertemu dengan dokter, kadang disela sela pasien yang dipanggil masuk mereka menyelinap untuk mencuri waktu agar bisa bertemu dokter. Sekelompok orang ini di kenal dengan istilah rep. mereka bekerja untuk perusahaan besar farmasi, tugas mereka sebagai sales penjualan obat, tujuannya mereka mempromosikan obat dari perusahaan tempat mereka bekerja, agar dokter mau mengeluarkan resep untuk obat yang dipromosikan.

atas kerjasama yang baik ini dokter mendapatkan imbalan. perusahaan besar farmasi selalu menyediakan fee yang menggiurkan bagi dokter yang banyak mengeluarkan obat dari perusahaan bersangkutan. informasi dari rekan saya yang dokter, fee dari obat yang didapat dokter nilainya bisa diatas 100 juta rupiah per bulan. belum lagi bonus seperti mobil atau keliling ke luar negeri bila dokter makin ‘berprestasi’ dalam urusan dagang obat ini. untuk bonus biasa didapat per enam bulan atau sekali dalam setahun.

ternyata, walau punya duit, pasien belum tentu bisa mendapat pelayanan kesehatan yang memuaskan. 80 hingga 100 ribu uang yang dikeluarkan oleh pasien belum impas dengan pelayanan yang didapat, mulai dari fasilitas ruang periksa hingga informasi yang semestinya didapat pasien. Bayangkan, bagaimana mau mendapatkan informasi yang jelas tentang penyakit yang diderita padahal hanya ditangani selama 6 menit ! . kenyataan dalam gambaran diatas adalah realitas kehidupan pekerja medik di indonesia.

pedoman pelaksanaan kode etik kedokteran mengamanahkan tempat praktek yang aman dan tenang. Kenyamanan dapat membantu pasien sebagai sugesti bagi penyembuhan penyakit. namun alih alih mendapatkan kenyamanan, pasien justru khawatir kalau penyakitnya diketahui orang ketika diperiksa bersamaan. Padahal jelas informasi kesehatan sifatnya sangat confidential dan itu diatur dalam undang undang praktek kedokteran. Mungkin kita maklum kalau pelayanan seperti itu didapat di puskesmas atau rumah sakit pemerintah, maklum, indonesia. namun ini adalah pelayanan non pemerintah dimana pasien harus bayar mahal untuk tujuan mendapatkan kenyamanan ketimbang mereka ke puskesmas atau rumah sakit pemerintah.

yang lebih menyakitkan adalah sebagian dokter ahli disekolahkan dengan duit rakyat, namun ternyata setelah rakyat membayar mahal mereka harus kecewa. juga terjadi penumpukan jumlah dokter spesialis di kota kota utama, sementara di daerah pelosok yang agak jauh dari pusat kota dokter spesialis jadi barang langka.

Seorang dokter dalam setiap praktek medis harus memberikan pelayanan yang kompeten dengan memperhatikan faktor etis dan moral. penyelenggaraan pelayanan medis berbeda dengan pelayanan bisnis jasa pada umumnya. dalam pelayanan medis laba bukan faktor determinan, tapi pelayanan medis diarahkan untuk memberikan pelayanan yang optimal terhadap kebutuhan masyarakat akan sehat. jadi, ada faktor tanggung jawab sosial ketika seorang dokter dilantik menjadi bagian korps medik.

tentu saja segala sesuatu mengenai uang jasa sama sekali tidak mutlak sifatnya. Dokter harus mempertimbangkan kemampuan keuangan pasien yang kurang atau tidak mampu, dibebaskan sebagain atau seluruhnya dari pembayaran. Dalam hal tersebut, ikutilah perasaan kemanusiaan. Janganlah menuntut imbalan jasa yang lebih besar dari pada yang disanggupi pasien karena keuntungan dari penderitaan orang lain.” (penjelasan dan pedoman kode etik kedokteran)

persekongkolan perusahaan besar farmasi (pbf) dan dokter juga perlu dibongkar. Bukankah pemerintah menyediakan merk obat generik yang disubsidi pemerintah dalam rangka menyediakan obat murah. Hubungan antara dokter dan pbf telah secara jelas merugikan pasien. Pasien hanya menjadi korban dari permainan bisnis obat. Demi mengejar target penjualan dan iming iming bonus, hanya kurang dari 6 menit dokter menulis obat dalam secarik kertas resep dengan motivasi rupiah. dokter tidak mengkampanyekan obat generic, jelas karena mereka tak mendapat laba dari obat jenis generic.

persekongkolan inilah yang disebut mafia kesehatan, sama ganasnya dengan mafia peradilan, sama sama mempertaruhkan nasib orang lain. idak hanya persekongkolan dalam hal obat, tapi juga persekongkolan dengan pihak rumah sakit. mereka (dokter) lebih memilih mengunjungi pasien di rumah sakit swasta ketimbang rumah sakit pemerintah, alasannya jelas karena insentif yang disediakan rs swasta lebih menggiurkan.

hingga kini pemerintah belum membuat aturan dokter swasta dan pemerintah. Sehingga sejumlah dokter pns bebas buka praktek swasta, jumlah dokter yang masih kurang jadi alasan pemerintah untuk tidak memisahkan dokter pemerintah dan swasta. padahal di beberapa kota terjadi penumpukan jumlah dokter dengan angka yang signifakan dibanding di desa.

seorang pasien ibu muda menawarkan solusi terbaik, segera pesan tiket dan dapatkan alamat rumah sakit di kuala lumpur, penang atau singapura. karena hanya disana pasien akan dihargai hak asasinya.

23 September 2010

seruan untuk anassi_ (mengapa harus rhoma)


hei anassi_, jangan pernah meremehkan selera musikku.

sejak sd aku mulai kenal bad English, bad company, tommy page, bobby brown, vince gil, simply red, al jarreau, tatsuro yamashita, george duke, van halen dan banyak nama musisi ternama era 80 n 90s yang kudapat dari tumpukan kaset dalam lemari abang abangku. sederet musisi Indonesia juga aku tau betul saat itu. krakatau, elfas secioria, emerald, god bless dan entah siapa siapa lagi. yang jelas itu adalah awal dimana aku jadi pecinta music 80s, sampai sekarang.

aku juga suka jazz, musik yang dianggap setingkat dengan surga firdaus dalam urutan kasta surga. kenapa aku suka musik 80s ?, karena perkembangan musik 80s sangat dipengaruhi oleh karakter pop jazz yang lagi in pada masa itu. apalagi di indonesia, coba simak, sebagian besar lagu pop saat itu terinfluence musik jazz. pop jazz berperan besar dalam perkembangan musik indonesia hingga di pertengahan 90s. atas alasan ini maka cukup dalil untuk mendeclare bahwa selera musikku ‘berkelas’.

lalu, kenapa aku tergila gila bang haji rhoma irama?

my hat rises high untuk rhoma irama. Era musik akhir 60s dikenal sebagai era rock paling berjaya, led zeppelin, black Sabbath, procol harum the beatles dan sederet nama besar lain adalah ikon kejayaan musik rock saat itu, hampir tak ada musik lain yang bisa menyaingi akbarnya musik rock. rock saat itu tidak hanya sekadar musik, tapi juga adalah tabuhan genderang perlawanan. flower generation adalah representasi dari perlawanan anti kemapanan yang saat itu dekat sekali dengan musik rock. Sejumlah gerakan perlawanan terjadi di berbagai negara, musik rock yang saat itu menjadi gaya hidup perlawanan generasi muda mengiringi langkah perubahan dunia.

gaungnya sampai ke indonesia, muncul beberapa nama group band rock legendaries. god bless dan aka, ucok aka sang vokalis bahkan sangat dikenal dengan aksi panggung gila gilaan. generasi rock indonesia mulai terbentuk, gaya hidup rock yang semau gue jadi acuan baru anak muda saat itu. seks bebas, alcohol, narkoba jadi satu paket dengan gaya hidup rock.

disaat yang sama, musik melayu sebagai musik asli indonesia berputar mencari panggung di tempat kumuh dan becek, orkes melayu atau disingkat om menjadi hiburan rakyat kelas bawah yang kampungan. om adalah representasi segmen bawah dan kampungan, musik nya pun tak tersentuh inovasi dan kreatifitas seperti halnya rock.

Ini dia waktu bagi sang hero, rhoma irama bersama soneta group secara cerdas mampu mengangkat om ke derajat yang lebih baik, om yang kemudian dikenal dengan dangdut mulai tersentuh inovasi. rhoma irama mampu menangkap perkembangan jaman dengan meformulasikan musik rock yang sedang booming saat itu dengan musik dangdut. maka berubahlah wajah dangdut, hentakan gitar elektrik yang kasar jadi gaya soneta di atas panggung. gaya panggung disesuaikan dengan gaya rock, rhoma irama pun berambut gondrong, sama seperti penampilan gahar musisi rock lain.

oleh rhoma irama ini disebut revolusi dangdut, dan berhasil sukses. kompas beberapa hari lalu dalam wawancara denga rhoma irama sempat mengutip istilah ‘dangdut tai anjing’ dan ‘rock terompet setan’, istilah ini beken saat soneta sering terlibat bentrok dengan kekuatan rock. ini setidaknya menunjukkan bahwa musik rock mulai terancam dengan kehadiran dangdut ala rhoma irama.

rhoma irama menjadi seorang inovator yang baik dan mampu meracik dangdut dalam kemasan rock yang lagi top. tidak hanya musik, bahkan penampilan panggung juga diubah. dan ternyata improvisasi ini mampu mempengaruhi psikologis pendengar yang lagi gila rock. tidak hanya dengan musik rock, rhoma bahkan ikut berimprovisasi dalam warna musik india, pop dan orkestra. dangdut hadir dalam aransemen yang berbeda. dan rhoma adalah sang pionir. walaupun tentu tidak mudah pada awalnya, karena harus mengubah citra dangdut yang terlalu rendah derajatnya. hingga dangdut menjadi wajah Indonesia, dan rhoma irama adalah ikonnya.

bandingkan dengan musisi rock lain yang pada saat itu hanya menjadi followers. membuat musik rock dengan lirik dan aroma Indonesia membuat mereka lebih mudah diterima karena memang saat itu atmosfer gila rock sedang melanda indonesia. Mereka memanfaatkan ketenaran musisi luar lalu menularkannya pada pendegar indonesia melalui komposisi lagu yang mereka ciptakan. urusan gaya panggung, mereka secara jelas berkiblat rock barat. nama mereka pun lebih mudah melambung.

hal lain yang menarik dari rhoma irama adalah musik yang peka social. lagu lagunya berbicara banyak tentang kritik social, disamping juga kental dengan nuansa dakwah. kekompakan tim soneta juga boleh diberi nilai plus. coba lihat bapak botak yang meniup suling, sampai sekarang bapak yang satu ini tetap setia dengan suling andalannya.

rhoma irama lebih dari sekedar penyanyi dangdut, tapi adalah ruas utama dalam peta jalan musik modern indonesia. dangdut sebagai musik asli Indonesia punya wajah dan karakter yang kuat dengan sentuhan inovasi bang haji. maka, saya memutuskan untuk berlangganan nsp rhoma irama sebagai pengakuan atas prestasi besar di dunia musik. soal perempuan, ssstt, kita lagi ngomongin musik bukan gossip selingkuhan.

8 Januari 2010

pahlawan


pahlawan, berasal dari kata sanskerta, diambil dari kata phala-wan. phala bermakna buah, dengan demikian pahlawan bermaksud untuk mengambarkan seseorang yang mampu menghasilkan buah yang baik bagi orang sekitar, agama, bangsa dan negara.
menurut kamus besar bahasa indonesia , pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran atau pejuang yang gagah berani. disini pahlawan berarti seseorang yang berani untuk berkorban demi membela kebenaran.

dalam buku seven heroes : tujuh pahlawan pilihan “kick andy”, ada nama “mama putih”, seorang suster jerman bernama asli gissela borrowska yang mengabdikan hidupnya untuk penderita kusta.

juga terdapat nama suster rabiah, perempuan yang rela mengarung garangnya samudra demi mengunjungi pasiennya di pulau terpencil disekitar laut flores. perempuan ini kemudian lebih dikenal dengan nama “suster apung”. dalam buku ini imam prasodjo menyebut mereka sebagai orang abnormal.

sebenarnya mereka bisa untuk hidup enak tanpa harus bersusah payah, tapi mereka lebih memilih mengabdikan hidupnya untuk kepentingan kemanusiaan. keinginan yang kuat untuk mengabdi membuat mereka mampu menyingkirkan kenyamanan hidup pribadi seperti orang lain yang menikmati hidup secara normal. atas pengabdian yang luar biasa tersebut gelar pahlawan layak disandang mereka, setidaknya begitulah penilaian kick andy.

dalam sistem ketatanegaraan indonesia, pengertian pahlawan diatur dalam undang-undang no 20 tahun 2009 tentang gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan. menurut undang-undang ini pahlawan nasional adalah gelar yang diberikan kepada warga negara indonesia yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah negara kesatuan republik indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara republik indonesia.

menurut ketentuan yang berlaku dalam undang-undang ini, seseorang dapat diberikan gelar pahlawan apabila memenuhi persyaratan khusus dan umum. syarat umumnya, seorang calon pahlawan haruslah warga negara indonesia (wni) atau seseorang yang berjuang di wilayah negara kesatuan indonesia (nkri) yang juga memiliki integritas moral dan keteladanan.

calon pahlawan juga harus setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara, berkelakuan baik, dan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan atau diancam pidana penjara di atas lima tahun.

adapun syarat khusus yang harus dipenuhi calon pahlawan adalah selama masa hidupnya, dia pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata, perjuangan politik, atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

selain itu, dia pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara serta pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa

mengamati ramainya usulan memberikan gelar pahlawan bagi abdurrahman wahid atau lebih akrab dikenal gus dur presiden keempat Indonesia membuat komentar yang berbeda beda di masyarakat. habibie dalam talk show mata najwa di metro tv, berkomentar ketika ditanya masalah usulan mengangkat gus dur menjadi pahlawan, ia tidak secara tegas menolak, tapi menurutnya nanti akan banyak mantan presiden menjadi pahlawan.

dipihak lain partai golkar juga meminta pemerintah memberikan gelar pahlawan bagi pak harto, andai gus dur nanti dianugerahi gelar bergensi tersebut.

gus dur adalah fenomena pemimpin kontroversial yang punya akar kuat di masyarakat, gus dur juga berjasa meletakkan dasar demokrasi dan keterbukaan setelah era orde baru. banyak hal yang telah dilakukan oleh darah biru nu ini, kiprahnya membangun konsep pluralisme di Indonesia membuat ia dekat dengan kalangan lintas agama. atas dasar baktinya pada negara banyak pihak berpendapat gus dur layak disebut pahlawan. Sebuah gelar paling tinggi di negara kita.

sedangkan dengan pak harto, penguasa selama 32 tahun ini telah melakukan pengabdian yang “luar biasa”, bapak pembangunan ini membangun Indonesia dari keterpurukan menjadi sebuah kekuatan baru asia. pengabdiannya pun tidak bisa diremehkan, hingga usia senjapun pak harto masih “bersedia “ mengabdi buat negara sebelum akhirnya dilengserkan. baktinya pun dianggap sangat layak memenuhi syarat khusus yang diatur dalam undang-undang untuk diberi gelar pahlawan nasional.

pahlawan adalah sosok yang menjadi teladan, dan seharusnya tidak pernah melakukan tindakan tercela. gus dur misalnya, pernah mengeluarkan dekrit yang menurut konstitusi itu adalah cela hokum untuk mempertahankan kekuasaan secara inskonstitusional. dia juga dianggap ikut bertanggung jawab atas skandal dana bantuan sultan brunei, itu yang akhirnya membuat dia diimpeach oleh parlemen.

pak harto, tentu punya segudang cela, apakah celanya lebih banyak dari jasanya ? anda tentu tahu benar apa yang dilakukan bapak pembangunan ini. membangun kekuatan negara dengan dasar yang rapuh, pondasin ya utang, temboknya korupsi, atapnya kolusi, lantainya nepotisme. belum lagi ribuan nyawa meregang demi memperkuat tekadnya untuk meninggal landaskan Indonesia tercinta.

atas dasar tindakan tersebut tentu agak sedikit berat untuk member anugerah pahlawan bagi tokoh yang lebih dikenal karena kontroversialnya keitmbang jasa pada negara. memang mereka punya jasa yang besar bagi negara ini, tapi itu lebih karena posisi mereka pada saat itu memang mengharuskan melakukan itu, mereka presiden yang dituntut untuk membangun negara, dan mensejahterkan rakyat. dan itu jadi bagian dari tugas, bukan sesuatu yang dilakukan diluar konteks tugas.

dan terlebih cita-cita bangsa untuk dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat belum mampu mereka wujudkan semasa mereka berkuasa. jadi prestasi yang pernah mereka catat adalah sesuatu yang belum dibangun secara kuat dalam sebuah sistem yang mampu mengarahkan negara ini menuju sejahtera.

gus dur misalnya, pernah membuka kran bagi warga tionghoa untuk melakukan ritual ibadahnya secara terbuka, dan mengakui konghucu sebagai agama yang bisa ditulis di ktp. ini tentu adalah bagian yang harus dilakukan negara kita untuk disebut demokratis. apalagi pasca orde baru sudah seharusnya pemimpin berikutnya membangun negara atas landasan demokrasi.

untuk urusan mensejahterakan rakyat tidak ada yang terlalu menonjol. kebijakannya belum berpengaruh banyak untuk mambuat rakyat di negeri ini sejahtera. kinerjanya menangani kasus aceh juga dapat dikata tidak berhasil, malah mengundang berbagai reaksi keras masyarakat atas komentarnya tentang aceh.

pak harto apalagi, kesejahteraan hanya dinikmati oleh teman dekat, rakyat hanya kebagian sisa-sisa nya saja. kebijakan militeristik membuat rakyat patuh dalam ancaman negara. Ada yang bilang bahwa kita patut berterima kasih atas pembangunan yang telah dilakukan pak harto, tapi saya yakin bahwa seandainya bukan pak harto presiden selama 30 tahun pasti indonesia sudah jauh lebih maju.

bandingkan dengan nama nama yang disebut dalam seven heroes diatas, yang mereka lakukan adalah sesuatu yang bukan tugas dan tanggung jawab mereka. mereka rela melepas hak mereka untuk hidup enak, dan melakukan secara sungguh-sungguh sesuatu yang bukan tanggung jawab mereka.

penghormatan yang terlalu berlebihan dan terkesan pengkultusan adalah budaya lama yang menurut saya menghambat indonesia untuk maju. Kenapa selalu harus ada tokoh yang dipuja puji secara berlebihan, sementara banyak orang yang non tokoh mengabdikan dirinya buat bangsa ini hidup dengan keadaan yang memprihatinkan.

sebaiknya kita semua berkaca pada orang-orang yang selama ini telah dengan tulus mengabdikan diri mereka untuk orang banyak, mereka tak pernah minta dikenal, dan mereka tak pernah butuh gelar apapun.

24 Desember 2009

shaun clark

shaun clark, mantan anggota resimen infanteri, pernah bertugas pada dinas tentara inggris dari 1989-1996. sebagai bentuk penghargaan bagi rekan seprofesi yang bertugas di medan perang ia rela menato tubuhnya dengan 232 nama tentara inggris yang tewas di afganistan. aksinya dinamai "help for heroes". karena aksi ini ia dianggap miring oleh keluarganya, walau pada akhirnya sang istri mendukung penuh aksinya ini. melalui aksi ini shaun beritikad baik mengumpulkan dana bagi mantan tentara yang terluka, dan keluarga prajurit yang gugur yang masih memerlukan pertolongan. apa yang dilakukan ini menurutnya masih jauh dari pengorbanan ribuan tentara inggris yang terjun sebagai front line pada perang afganistan. shaun menyebut mereka sebagai pahlawan, dan pahlawan perlu dihargai.

tercatat 1531 tentara nato yang tewas sepanjang berkobarnya perang di afganistan sejak 2001. tentara amerika menjadi korban paling banyak dari perang yang tidak berkesudahan tersebut. barack obama, presiden paling dipuja dunia saat ini, dan dianggap mampu membawa angin perdamaian diseluruh dunia justru berencana kembali mengirim pahlawan - pahlawan kebanggaanya ke medan perang. obama = bush, dan amerika tetaplah amerika, siapapun presidennya. maka ada baiknya patung bush juga dibuat disebelah patung obama di menteng saat ini.

perang punya satu hukum yang jelas, dibunuh atau membunuh. tetapi tujuan perang yang kadang justru tidak jelas. ribuan tentara yang dikirim inggris amerika dan sekutunya ke afganistan mati sebagai korban sia - sia atas kepentingan busuk negara negara maju. amerika yang dianggap master dalam bidang penghargaan manusia justru menzalimi ribuan anak muda untuk menyabung nyawa demi menjaga kepentingan rakus sekutu didaerah jajahan.

23 November 2009

adil sebagai panglima

indonesia ditelanjangi, bagian tubuh yang bernama hukum dibuka dan disaksikan secara beramai ramai. berbagai komentar keluar dari setiap mata yang jengah melihat rusaknya penegakan hukum di Indonesia.
praktek kotor penegakan hukum yang telah berlangsung selama puluhan tahun dibongkar secara massal, bermacam modus praktek kotor terkuak. banyak orang tentu tahu dengan parahnya penegakan hukum di Indonesia, namun kisruh kpk- yang juga menyeret pejabat penting di negeri ini - menjadi semacam pisau bedah untuk melihat lebih dalam penegakan hukum di negeri ini.

sebelas tahun reformasi berjalan, tapi tidak ada yang terlalu berubah dengan penegakan hukum di indonesia. bermacam modus penyimpangan dalam proses penegakan hukum tetap terus berlangsung. seperti bisa diperdagangkan, hukum jadi komoditas yang bisa ditawar bergantung harga pasaran. praktek culas ini berlangsung mulai dari tahap penyelidikan hingga ke lembaga pemasyarakatan.

akhirnya, hukum ditegakkan tanpa keadilan. hukum harusnya mampu menyajikan keadilan bagi orang yang mencarinya. namun penegakan hukum jadi kosong, tak lagi bernilai keadilan. hukum dengan segala proses legal formal sejatinya adalah menjadi alat bagi terciptanya keadilan. sebaliknya, dari apa yang kita rasakan sekarang, justru hukum dengan proses panjang dan berbelit belit pada akhirnya menciderai keadilan.

perlu diingat, bahwa hukum tidak ditempatkan dalam peti kaca yang terkunci rapat. hukum harus dibuka di tempat umum, hingga memungkinnkan masyarakat juga ikut membentuk hukum itu sendiri. untuk itu opini publik jadi bagian penting yang semestinya didengar dan bahkan ikut menentukan arah hukum hingga dapat menciptakan keadilan bagi masyarakat.

kebenaran hukum adalah pasangan setia rasa keadilan masyarakat, sehingga keberadaan hukum dapat menjamin bahwa rakyat berada dalam naungan aturan yang dapat menjamin keadilan bagi setiap individu.

kesalahan penegakan hukum di indonesia adalah hukum diartikan secara sangat sederhana, hanya sebatas teks dan kalimat sanksi pengancam. dengan kata lain, hukum adalah pasal dan ayat. jajaran penegak hukum sudah kadung termakan pakem ini, walaupun memang hukum harus dijalankan sesuai aturan, tetapi kadang hukum dan aturan tersebut sering memihak, sehingga selalu ada celah diantara sekian banyak aturan tersebut untuk condong memuaskan mereka yang punya kekuasaan, baik secara ekonomi maupun politik.

jajaran penegak hukum juga mestinya lebih cerdas dan bijaksana dalam menanggapi opini publik. pengabaian terhadap opini publik akan sangat mempengaruhi efektivitas penerapan hukum. proses legal formal tidak hanya sebatas teks normative yang perlu ditaati, namun bagaimana aturan tersebut dapat melindungi dan memberikan jaminan atas keadilan yang ditegakkan secara tidak pandang bulu.

apa yang menimpa seorang ibu tua bernama minah misalnya, seorang ibu tua yang dihukum hanya karena mamungut 3 biji kakao, yang harganya tidak lebih dari dua ribu rupiah. jangankan kita sebagai rakyat biasa, hakimpun ikut meneteskan air mata saat pembacaan vonis.

ini sekali lagi menunjukkan ketidakpekaan jajaran penegak hukum dalam menerapkan aturan hukum terhadap rasa keadilan. hakim sadar bahwa vonis hanya mempertimbangkan logika hukum semata, bukan atas dasar rasa adil. ini menjadi sangat kontras dengan kasus hukum yang menimpa orang berduit dan punya pengaruh. merugikan negara ratusan milyar tapi hanya diganjar dua tahun penjara, secara hukum tertulis memang dapat dipertanggungjawabkan, tetapi tidak dengan rasa keadilan masyarakat.

kritik terhadap positivisme hukum memang sudah ada sejak lama, seperti yang disampaikan karl mark, mark mengungkapkan kekhawatiran tentang pendayagunaan hukum. hukum bisa didayagunakan oleh suatu kelompok dengan kekuasaan dan pengaruh yang kuat untuk menjaga kepentingannya. mereka inilah yang pada akhirnya mendayagunakan hukum untuk memenangkan konflik kepentingan. disinilah terjadi pengkhianatan terhadap hukum dan rasa keadilan. kekhawatiran inilah yang menjadi tontonan rakyat saat ini, kisruh lembaga negara dengan menyeret nama nama penting negeri ini juga disinyalir punya muatan kepentingan untuk maksud tertentu.

hukum tidak boleh hanya menjadi alat pembenar bagi sebagian kelompok dengan dominasi dan hegemoni yang lebih kuat. hukum harus melindungi seluruh rakyat, termasuk kaum papa yang secara hierarkis berada di struktur paling bawah.

tiga unsur penting dalam penegakan hukum yaitu penegakan hukum, kemanfaatan dan keadilan (Sudikno Mertokusumo) adalah kekuatan inti dari proses penegakan hukum. bahwa hukum bukanlah tujuan, melainkan alat untuk mencapai keadilan sebagai tujuan.

kekacauan penegakan hukum seperti tidak bisa dibiarkan lebih lama, ketika rakyat kehilangan kepercayaan pada institusi penegak hukum, maka dikhawatirkan dapat menciptakan gerakan yang massif menuntut negara lebih peka dalam urusan memberikan keadilan bagi rakyat, karena negara memang diciptakan untuk tujuan menjamin keadilan. rakyat Indonesia tidak lagi menutup mata, rakyat mulai terbangun dengan kesadaran yang kuat, media telah membangun kecerdasan dan kesadaran rakyat. rakyat sekarang adalah kekuatan nyata yang dapat membalik kekuatan hegemoni sekelompok orang.

pembenahan menyeluruh terhadap penegakan hukum di Indonesia memang bukan urusan mudah, perlu itikad yang kuat dari pemimpin untuk membenahi secara serius. pola pembinaan internal juga harus digarap secara serius. Jadi rahasia umum bahwa pola pembinaan pada jajaran penegak hukum belum berjalan efektif, aroma kolutif masih tercium kuat. sistem pendidikan yang tidak melulu menekankan pada agungnya teori positivisme juga perlu mendapat perrhatian, sarjana hukum mesti mempunya sensivitas sosial dalam proses penegakan hukum.

sekali lagi bahwa ayat dan pasal dalam undang undang bukanlah tujuan dari proses panjang penegakan hukum, tujuan hakiki adalah menciptakan jaminan keadilan ditengah tengah masyarakat. tanpa rasa keadilan masyarakat maka hukum akan akan terkurung dalam tempat yang istimewa di sisi penguasa yang dzalim.

7 September 2009

sakit

seperti biasa, memulai pagi dengan membaca berita hari ini. pada salah satu portal berita, saya membaca tentang seorang ibu yang harus ditahan dirumah sakit selama empat bulan, karena tidak mampu melunasi biaya pengobatan sebesar 20 juta. ibu ini dirawat sejak bulan mei karena operasi kelahiran anaknya yang prematur. awalnya, suharni, ibu yang berusia 30 tahun ini mempercayakan proses kelahiran anaknya ke bidan, namun karena diperlukan penanganan khusus maka bidan tersebut menyarankan suharni dibawa kerumah bersalin. setelah dilakukan operasi dan perawatan, suharni kaget, soalnya biaya rumah sakit jauh diatas kemampuannya, dia harus membayar 20 juta untuk membawa anaknya keluar dari rumah sakit. alhasil dia sudah bertahan selama empat bulan untuk menunggu suaminya yang hanya seorang pemulung mendapatkan biaya untuk membawa anak mereka pulang ke rumah.

kemarin, saya melihat iklan duka cita satu halaman penuh di koran kompas. yang meninggal tentu orang yang tak punya uang recehan, bahkan hampir semua halaman kompas ada ucapan duka cita dari berbagai sahabat dan kolega untuk almarhumah. saja membayangkan, kalau saja uang biaya iklan satu halaman penuh tadi dipotong 20 juta untuk membantu suharni, saya yakin uangnya masih akan tersisa.

memang bikin geram, karena saya yakin suharni dan suaminya ber ktp indonesia raya, lalu kemana indonesia raya saat rakyatnya butuh pertolongan ? . tiap langkah suharni di atas bumi Indonesia dikenakan pajak, dan itu berarti suharni selama hidupnya telah sangat banyak membantu negara. lalu seperti apa tanggung jawab negara dalam memberikan jaminan kehidupan bagi orang orang yang selama ini menopang negara ini tetap berdiri.

negara tentu punya kewajiban untuk memberikan jaminan kesehatan bagi rakyat, bahkan itu secara jelas dituangkan dalam konstitusi negara ini. namun dalam praktek bernegara, konstitusi yang kita agung agungkan itu hanya jadi arsip tua yang tidak lagi penting untuk dipatuhi. pelayanan kesehatan selalu menjadi masalah besar di indonesia. sistem pelayanan kesehatan belum mampu memberikan jaminan yang memadai bagi rakyat miskin.

tahun 2008 misalnya, anggaran kesehatan hanya 2,5 persen dari jumlah apbn, nilainya sekitar 18 triliun. untuk jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin dianggarkan sebesar 5,1 triliun, sementara jumlah masyarakat miskin yang harus dikover sebanyak 34 juta jiwa, artinya setiap penduduk miskin hanya mendapatkan 145 perak untuk menjamin pengobatan mereka. uang sebesar itu hanya jadi lucu lucuan untuk menanggung pengobatan selama setahun. belum lagi penangan gizi buruk bagi 33 juta balita masih terkesan seadanya, dana untuk penanganan gizi buruk dialokasikan sebesar 48 milyar, itu berarti setiap anak yang mengalami kasus gizi buruk akan mendapatkan 14 ribu rupiah setahun. gila memang, 14 ribu perak setahun untuk setiap kasus gizi buruk !.

merujuk pada undang undang no 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional (sjsn), tentu penanganan jaminan kesehatan masih jauh dari harapan, padahal ini adalah hak fundamental rakyat. jika kita mau menyelaraskan dengan program mdgs maka pemerintah semestinya mengalokasikan dana sebesar 20 persen dari angka apbn. Masalah selanjutnya adalah bagaimana mekanisme pelayanan dengan prinsip kesetaraan dapat dinikmati masyarakat miskin. sehingga pelayanan kesehatan tidak lagi hanya berpihak bagi yang punya uang. jamkesmas sebagai program andalan pemerintah masih dirasa belum cukup untuk menjangkau masyarakat miskin, masalah pendataan dan administratif lain membuat masyarakat lebih dulu menyerah, setelah dibola bola dari satu meja ke meja lain.

akses pelayanan kesehatan di daerah terpencil juga masih jadi masalah, perilaku dokter yang buruk dan fasilitas kesehatan yang minim. sehingga puskesmas tak mampu secara maksimal memberikan pelayanan bagi pasien. padahal puskesmas adalah senjata terdepan bagi pemerintah dalam menjangkau masyarakat.

kebocoran dalam distribusi anggaran juga adalah ciri khas negara tercinta ini, entah kalkulator merk apa yang digunakan, yang jelas kalkulasi dana yang sudah direncanakan dengan baik selalu berkurang ketika sampai ditingkat penerima. bahkan menteri kesehatan mengakui adanya kebocoran anggaran kesehatan di tingkat pelaksana. Ngeri memang, wakil ketua kpk pernah mengungkapkan fakta bahwa ditemukan adanya kebocoran anggaran pembangunan ditiap daerah hingga mencapai 50 persen, akibat adalah buruknya pelayanan publik termasuk pelayanan kesehatan. icw juga mengingatkan bahwa anggaran kesehatan rawan kebocoran, beberapa sektor yang rawan misalnya untuk penyediaan alat kesehatan dan program tambahan makanan anak sekolah. untuk alat kesehatan, informasi terakhir adanya dugaan korupsi di rumah sakit zainal abidin atau new hospital banda aceh. tidak tanggung tanggung mark up alat kesehatan berupa ct scan sebesar dua kali lipat dari harga seharusnya.

orang miskin seperti suharni tentu makin terhimpit ditengah kejamnya medan rejeki, suaminya yang hanya pemulung harus berpikir keras bagaimana membawa anaknya keluar dari rumah sakit. kalau tidak ada keajaiban tentu agak sulit bagi seorang pemulung bisa mengumpulkan uang sejumlah 20 juta. jalan alternatif adalah mencari utangan. tapi masalah tidak akan selesai, berpikir melunasi utang adalah cobaan besar berikutnya bagi pria dengan penghasilan yang dibawah rata rata ini. maka mungkin pernah terlintas dipikiran lelaki ini untuk lebih baik tidak punya anak kalau kejadiannya jadi begini.

masih banyak cerita miris lain dari masyarakat miskin dalam berjuang mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, juga masih ada cerita orang yang berleha leha dengan tenangnya menikmati limpahan bocoran dana anggaran kesehatan. maka jangan kebakaran jenggot kalau satu saat suharni harus meminta bantuan pemerintah malaysia untuk menanggung biaya rumah sakit.